Perjalanan karir seorang Bill Gates
Awal Karir. Lahir di Seattle pada 28 Oktober 1955. Kakeknya adalah J.W. Maxwell, presiden bank nasional pada jamannya, sementara sang ayah bekerja sebagai pengacara sukses. Namun alih-alih menjadi bocah kaya yang manja, Gates muda sudah menunjukkan kecerdasannya di bidang matematika dan fisika.
Ketertarikan Gates pada komputer berawal di umur 13 tahun. Kebetulan tempat ia sekolah memiliki DEC PDP-10, sebuah komputer yang saat itu cuma dimiliki kalangan terbatas, seperti lembaga pendidikan atau pemerintahan. Bil bersama sahabatnya Paul Allen bisa menghabiskan waktu berjam-jam didepan komputer, yang sering kali membuat mereka lalai mengerjakan PR, dan bolos dari kelas. Namun minat, dan keahlian komputer mereka pun semakin terasah. Di tahun 1970, Bill dan Paul sudah mendirikan sebuah software yang disebut Traf-O-Data, meskipun skalanyamasih kecil, dan sudah bubar sebelum mereka lulus SMA.
Tahun 1973, Bill dan Paul masuk kuliah di Harvard University. Karena tidak tahu jurusan yang cocok, Bill memilih jurusan hukum. Namun seperti halnya di SMA, Bill dan Paul lebih banyak menghabiskan waktu dipusat komputer kampus. Sampai akhirnya titik awal kecemerlangan karier mereka datang.
Diedisi Januari 1975, majalah Popular Electronics memuat artikel tentang Altair 8800 buatan MITS. Altair 8800 adalah sebuah komputer skala kecil yang dikemudian hari sering disebut sebagai cikal bakal PC. setelah membaca artikel itu, Gates langsung menghubungi MITS, dan mengatakan kalau ia memiliki sistem operasi yang cocok untuk Altair 8800. Padahal itu bohong, karena saat itu ia sama sekali belum membuat sistem operasi. Namun Gates dan Allen berhasil membuat sistem operasi berbasis Basic dalam waktu 8 minggu, dan sukses mendemonstrasikannya didepan petinggi MITS. Sistem operasi yang disebut Altair Basic akhirnya digunakan MITS sebagai sistem operasi Altair 8800.
Altair 880 sendiri meraih sukses besar, terjual ribuan unit dibulan pertama penjualannya. dengan kesuksesan tersebut , Bill semakin yakin untuk berkecimpung didunia software. Bangku kuliah yang memasuki tahun ketiga ia tinggalkan, dan bersama Paul Allen mendirikan Microsoft.
Perjalanan Karier
NAMUN momen paling penting dari keberhasilan Bill Gates adalah ketika ia berhasil menyediakan sistem operasi untuk IBM PC di tahun 1980 (IBM PC adalah komputer yang ditujukan pada perorangan, bukan kelas korporat seperti yang umum kala itu). Sebenarnya kesuksesan ini juga berbau keberuntungan . Saat itu Bill Gates lebih berfungsi sebagai mediator antara IBM dan Digital Research, sebuah perusahaan software terkenal kala itu. Digital Research memiliki sistem operasi CP/M yang bisa digunakan untuk komputer dengan komponen bervariasi; suatu hal yang menjadi karakteristik penting dari IBM PC. Namun pembicaraaan IBM dengan Digital Research menemui jalan buntu, yang konon disebabkan keengganan Digital Research untuk membuat CP/M ekslusif hanya untuk IBM PC.
Pada situasi seperti itu naluri bisnis Bill Gates kembali berjalan. Daripada IBM menggunakan CP/M, Bill Gates menawarkan sebuah sistem operasi lain yang disebut QDOS. QDOS kompatibel dengan CP/M, sehingga memiliki keunggulan layaknya CP/M. IBM punsetuju menggunakan QDOS, dan mengubah namanya menjadi PC-DOS.
Namun perlu dicatat kalau QDOS bukanlah buatan Bill Gates, atau Microsoft. Bill membeli lisensi QDOS dengan harga US$ 50 ribu dari Seattle Computer Products. Jadi, Bill Gates pada dasarnya cuma membeli QDOS (dengan harga murah), lalu melisensi ulang ke IBM; suatu langkah yang dikemudian hari sering dilakukan Microsoft, dan menjadi kontroversi tersendiri.
Karena platform PC IBM bersifat terbuka, tidak lama kemudian muncul beragam PC dari berbagai pabrikan. Kembali, naluri bisnis Bill muncul. Secara agresif, Microsoft menawarkan QDOS ke pabrikan lain,dengan mengganti namanya menjadi MS-DOS, atau sesuai nama pabrikan PC. Sebagai contoh, MS-DOS yang digunakan PC Compaq dinamakan Compaq DOS, untuk PC Tandy menjadi Tandy DOS, dsb. Microsoft pun menjadi berkembang dari perusahaan kecil menjadi salah satu pemain utama bisnis software kala itu.
Tahun 1985, Microsoft mulai mengembangkan sistem operasi dengan GUI (berbasis grafik, tidak teks seperti MS-DOS) yang dinamakan Windows. Windows versi 1.0 dan 2.0 tidak terlalu sukses karena kalah bersaing dengan Apple macintosh. Barulah ditahun 1990, Microsoft meraih sukses besar dengan Windows versi 3.0. Dengan tampilan grafis yang lebih bagus, dukungan terhadap multitasking, dan kestabilan yang dapat diandalkan, Windows 3.0 terjual 100 ribu copy dalam dua minggu pertama kemunculannya. Kesuksesan terus diraih dengan produk seperti Windows 95, atau Office, dan Microsoft pun menjelma sebagai perusahaan software terbesar didunia. Sejak saat itulah, Microsoft dan Bill Gates berhasil menguasai dunia.
Akhir Sebuah Perjalananan
KESUKSESAN Microsoft tak pelak meroketkan nama Bill Gates. Majalah Time menyebut Bill Gates sebagai satu dari 100 tokoh paling berpengaruh diabad 20. lalu berdasarkan polling dimajalah New Statement, Gates terpilih diperingkat 8 sebagai "Heroes of Our time".
Jumlah kekayaan Gates pun meroket. Ditahun 1999, Gates menjadi orang Amerika pertama yang harta kekayaannya mencapai US$ 100 milyar, atau hampir Rp 1000,- trilyun. Namun jumlah tersebut kini "tinggal" US$ 50 milyar. Bukan untuk foya-foya, tetapi Gates menyumbangkan setengah hartanya untuk kegiatan amal. Dibawah gerakan Bill & Melinda Gates Foundation yang ia dirikan bersama isterinya, Gates banyak menyumbang untuk beasiswa, penelitian AIDS, dan pengobatan penyakit dinegara berkembang. Gates sendiri mengaku akan mencurahkanwaktunya diyayasan tersebut setelah pensiun nanti.
Ketertarikan Gates pada komputer berawal di umur 13 tahun. Kebetulan tempat ia sekolah memiliki DEC PDP-10, sebuah komputer yang saat itu cuma dimiliki kalangan terbatas, seperti lembaga pendidikan atau pemerintahan. Bil bersama sahabatnya Paul Allen bisa menghabiskan waktu berjam-jam didepan komputer, yang sering kali membuat mereka lalai mengerjakan PR, dan bolos dari kelas. Namun minat, dan keahlian komputer mereka pun semakin terasah. Di tahun 1970, Bill dan Paul sudah mendirikan sebuah software yang disebut Traf-O-Data, meskipun skalanyamasih kecil, dan sudah bubar sebelum mereka lulus SMA.
Tahun 1973, Bill dan Paul masuk kuliah di Harvard University. Karena tidak tahu jurusan yang cocok, Bill memilih jurusan hukum. Namun seperti halnya di SMA, Bill dan Paul lebih banyak menghabiskan waktu dipusat komputer kampus. Sampai akhirnya titik awal kecemerlangan karier mereka datang.
Diedisi Januari 1975, majalah Popular Electronics memuat artikel tentang Altair 8800 buatan MITS. Altair 8800 adalah sebuah komputer skala kecil yang dikemudian hari sering disebut sebagai cikal bakal PC. setelah membaca artikel itu, Gates langsung menghubungi MITS, dan mengatakan kalau ia memiliki sistem operasi yang cocok untuk Altair 8800. Padahal itu bohong, karena saat itu ia sama sekali belum membuat sistem operasi. Namun Gates dan Allen berhasil membuat sistem operasi berbasis Basic dalam waktu 8 minggu, dan sukses mendemonstrasikannya didepan petinggi MITS. Sistem operasi yang disebut Altair Basic akhirnya digunakan MITS sebagai sistem operasi Altair 8800.
Altair 880 sendiri meraih sukses besar, terjual ribuan unit dibulan pertama penjualannya. dengan kesuksesan tersebut , Bill semakin yakin untuk berkecimpung didunia software. Bangku kuliah yang memasuki tahun ketiga ia tinggalkan, dan bersama Paul Allen mendirikan Microsoft.
Perjalanan Karier
NAMUN momen paling penting dari keberhasilan Bill Gates adalah ketika ia berhasil menyediakan sistem operasi untuk IBM PC di tahun 1980 (IBM PC adalah komputer yang ditujukan pada perorangan, bukan kelas korporat seperti yang umum kala itu). Sebenarnya kesuksesan ini juga berbau keberuntungan . Saat itu Bill Gates lebih berfungsi sebagai mediator antara IBM dan Digital Research, sebuah perusahaan software terkenal kala itu. Digital Research memiliki sistem operasi CP/M yang bisa digunakan untuk komputer dengan komponen bervariasi; suatu hal yang menjadi karakteristik penting dari IBM PC. Namun pembicaraaan IBM dengan Digital Research menemui jalan buntu, yang konon disebabkan keengganan Digital Research untuk membuat CP/M ekslusif hanya untuk IBM PC.
Pada situasi seperti itu naluri bisnis Bill Gates kembali berjalan. Daripada IBM menggunakan CP/M, Bill Gates menawarkan sebuah sistem operasi lain yang disebut QDOS. QDOS kompatibel dengan CP/M, sehingga memiliki keunggulan layaknya CP/M. IBM punsetuju menggunakan QDOS, dan mengubah namanya menjadi PC-DOS.
Namun perlu dicatat kalau QDOS bukanlah buatan Bill Gates, atau Microsoft. Bill membeli lisensi QDOS dengan harga US$ 50 ribu dari Seattle Computer Products. Jadi, Bill Gates pada dasarnya cuma membeli QDOS (dengan harga murah), lalu melisensi ulang ke IBM; suatu langkah yang dikemudian hari sering dilakukan Microsoft, dan menjadi kontroversi tersendiri.
Karena platform PC IBM bersifat terbuka, tidak lama kemudian muncul beragam PC dari berbagai pabrikan. Kembali, naluri bisnis Bill muncul. Secara agresif, Microsoft menawarkan QDOS ke pabrikan lain,dengan mengganti namanya menjadi MS-DOS, atau sesuai nama pabrikan PC. Sebagai contoh, MS-DOS yang digunakan PC Compaq dinamakan Compaq DOS, untuk PC Tandy menjadi Tandy DOS, dsb. Microsoft pun menjadi berkembang dari perusahaan kecil menjadi salah satu pemain utama bisnis software kala itu.
Tahun 1985, Microsoft mulai mengembangkan sistem operasi dengan GUI (berbasis grafik, tidak teks seperti MS-DOS) yang dinamakan Windows. Windows versi 1.0 dan 2.0 tidak terlalu sukses karena kalah bersaing dengan Apple macintosh. Barulah ditahun 1990, Microsoft meraih sukses besar dengan Windows versi 3.0. Dengan tampilan grafis yang lebih bagus, dukungan terhadap multitasking, dan kestabilan yang dapat diandalkan, Windows 3.0 terjual 100 ribu copy dalam dua minggu pertama kemunculannya. Kesuksesan terus diraih dengan produk seperti Windows 95, atau Office, dan Microsoft pun menjelma sebagai perusahaan software terbesar didunia. Sejak saat itulah, Microsoft dan Bill Gates berhasil menguasai dunia.
Akhir Sebuah Perjalananan
KESUKSESAN Microsoft tak pelak meroketkan nama Bill Gates. Majalah Time menyebut Bill Gates sebagai satu dari 100 tokoh paling berpengaruh diabad 20. lalu berdasarkan polling dimajalah New Statement, Gates terpilih diperingkat 8 sebagai "Heroes of Our time".
Jumlah kekayaan Gates pun meroket. Ditahun 1999, Gates menjadi orang Amerika pertama yang harta kekayaannya mencapai US$ 100 milyar, atau hampir Rp 1000,- trilyun. Namun jumlah tersebut kini "tinggal" US$ 50 milyar. Bukan untuk foya-foya, tetapi Gates menyumbangkan setengah hartanya untuk kegiatan amal. Dibawah gerakan Bill & Melinda Gates Foundation yang ia dirikan bersama isterinya, Gates banyak menyumbang untuk beasiswa, penelitian AIDS, dan pengobatan penyakit dinegara berkembang. Gates sendiri mengaku akan mencurahkanwaktunya diyayasan tersebut setelah pensiun nanti.
Sejarah Friendster
Friendster diciptakan di California - Amerika. Sedangkan pencipta web friendster adalah Jonathan Abrams bulan Maret tahun 2002. Dari tahun tersebut sampai sekarang member terbanyak dari friendster.com berasal dari Negara Philipina, yang kedua adalah negara malaysia, singapore dan Indonesia.
Menurut isu, di tahun 2003 google menawar site itu seharga 30 juta dollar, Wow D . Bayangkan, kalau dirupiahkan berapa yach ? Tapi penawaran itu ditolaknya. Dan sampe sekarang ini, kira kira berapa yach harga Friendster.
Pimpinan Pimpinan Friendster
Kent Lindstrom, Presiden
Kent Lindstrom adalah Presiden Friendster dan pengekrut karyawan karyawan Friendster. Sebelum menerima posisi Presiden, dia menjabat sebagai CFO Friendster dari Maret 2003 sampai Jan 2006. Kent menjabat sebagai karyawan Friendster pada 2002 sebagai salah satu di antara pegawai pertama perusahaan.
Salah satu motivator dipilihnya kent adalah dia mempunyai lebih dari 15 tahun Berpengalaman dalam masalah keuangan, pandai tentang memberi nasihat keuangan pimpinan, Dia adalah seorang manajer senior di Deloitte & Touche LLP, berspesialisasi dalam perencanaan dan keuangan strategis. Dia meninggalkan Deloitte & Touche pada tahun kemitraannya untuk berhubungan NetRead sebagai Presiden pertamanya. Sebelum Deloitte & Touche, Kent adalah seorang perwira First Colonial Bankshares Corporation.
Kent is a Chartered Financial Analyst (CFA) and holds an MBA in Finance and Marketing from Northwestern University’s Kellogg School of Management.
Aaron Barnes, Vice President of Global Sales & Business Development
Sebagai Wakil Presiden Friendster Penjualan dan Perkembangan Perusahaan, Aaron mengelola semua penjualan, perkembangan perusahaan, dan periklanan pelaksanaan bagi perusahaan. Aaron membawa di atas 15 tahun pengalaman di penjualan, pemasaran dan pelaksanaan dengan rekor jalan setapak tentang operator penjualan pengiklankan online, perkembangan perusahaan dan abonemen. Aaron sudah mengadakan penjualan senior, pemasaran dan tugas perkembangan perusahaan di Sequoia Capital mendukung Quote.com (Lycos Finance), Trident Capital mendukung WhenU, Inc, dan di depan umum bertukar Looksmart (NASDAQ: MELIHAT). Strategi penjualan dan taktik global Aaron melaksanakan sudah menghasilkan pendapatan mendaki Friendster sampai ketinggian perusahaan bersejarah pada 2006 dan 2007 sedangkan di sejajar secara signifikan memperbaiki synergistic efficiencies persekutuan perusahaan strategis. Aaron mengadakan gelar B.A. di Ilmu Politik dari University of Pennsylvania dan Pimpinan Kewiraswastaan yang dipelajari di Wharton School of Business.
Chander Sarna, Senior Vice President of Engineering, Operations and Product
Chander Sarna adalah Wakil Presiden Teknik dan Pelaksanaan di Friendster. Chander menghubungkan Friendster pada Maret 2006 dan sekarang ini mengelola terbaik di kelas tim insinyur dengan pengalaman besar berjalan di profil tinggi mulai-ups. Sebelum Friendster, Chander adalah seorang Direktur Senior Teknik di Siebel Systems dan VP Teknik di Greenlight.com. Pengalaman kerja tambahan termasuk Direktur Perkembangan Produk di posisi Netscape dan merencanakan di Borland, Tandem dan Intel. Chander memegang MSCS dari SUNY Stony Brook, MSEE dari Rensselaer Polytechnic & BSEE dari Birla Institute of Technology & Science, Pilani.
David Jones, Vice President of Global Marketing
David L. Jones berhubungan dengan Friendster lebih dari 17 tahun dan berpengalaman di bidang pemasaran, perkembangan perusahaan, produk dan perusahaan strategi. Sebelum bergabung dengan Friendster, David menahan beberapa memasarkan dan tugas pimpinan umum di eBay Inc, termasuk tugas tentang memusatkan pikiran untuk mendaki jumlah anggota aktif eBay himpunan. David adalah juga direktur eBay ’s (salah satu perusahaan media iklan) dan pertunjukan di Amerika Serikat. Sebelum eBay, David adalah Wakil Presiden Perkembangan Perusahaan di Blue Wireless dan seorang mitra relasi di memberi nasihat pimpinan dan teknologi kukuh Arthur D. Little.
Friendster Profiles
* Kent Lindstrom, President
* Aaron Barnes, Vice President of Global Sales & Business Development
* Chander Sarna, Senior Vice President of Engineering, Operations and Product
* David Jones, Vice President of Global Marketing
Menurut isu, di tahun 2003 google menawar site itu seharga 30 juta dollar, Wow D . Bayangkan, kalau dirupiahkan berapa yach ? Tapi penawaran itu ditolaknya. Dan sampe sekarang ini, kira kira berapa yach harga Friendster.
Pimpinan Pimpinan Friendster
Kent Lindstrom, Presiden
Kent Lindstrom adalah Presiden Friendster dan pengekrut karyawan karyawan Friendster. Sebelum menerima posisi Presiden, dia menjabat sebagai CFO Friendster dari Maret 2003 sampai Jan 2006. Kent menjabat sebagai karyawan Friendster pada 2002 sebagai salah satu di antara pegawai pertama perusahaan.
Salah satu motivator dipilihnya kent adalah dia mempunyai lebih dari 15 tahun Berpengalaman dalam masalah keuangan, pandai tentang memberi nasihat keuangan pimpinan, Dia adalah seorang manajer senior di Deloitte & Touche LLP, berspesialisasi dalam perencanaan dan keuangan strategis. Dia meninggalkan Deloitte & Touche pada tahun kemitraannya untuk berhubungan NetRead sebagai Presiden pertamanya. Sebelum Deloitte & Touche, Kent adalah seorang perwira First Colonial Bankshares Corporation.
Kent is a Chartered Financial Analyst (CFA) and holds an MBA in Finance and Marketing from Northwestern University’s Kellogg School of Management.
Aaron Barnes, Vice President of Global Sales & Business Development
Sebagai Wakil Presiden Friendster Penjualan dan Perkembangan Perusahaan, Aaron mengelola semua penjualan, perkembangan perusahaan, dan periklanan pelaksanaan bagi perusahaan. Aaron membawa di atas 15 tahun pengalaman di penjualan, pemasaran dan pelaksanaan dengan rekor jalan setapak tentang operator penjualan pengiklankan online, perkembangan perusahaan dan abonemen. Aaron sudah mengadakan penjualan senior, pemasaran dan tugas perkembangan perusahaan di Sequoia Capital mendukung Quote.com (Lycos Finance), Trident Capital mendukung WhenU, Inc, dan di depan umum bertukar Looksmart (NASDAQ: MELIHAT). Strategi penjualan dan taktik global Aaron melaksanakan sudah menghasilkan pendapatan mendaki Friendster sampai ketinggian perusahaan bersejarah pada 2006 dan 2007 sedangkan di sejajar secara signifikan memperbaiki synergistic efficiencies persekutuan perusahaan strategis. Aaron mengadakan gelar B.A. di Ilmu Politik dari University of Pennsylvania dan Pimpinan Kewiraswastaan yang dipelajari di Wharton School of Business.
Chander Sarna, Senior Vice President of Engineering, Operations and Product
Chander Sarna adalah Wakil Presiden Teknik dan Pelaksanaan di Friendster. Chander menghubungkan Friendster pada Maret 2006 dan sekarang ini mengelola terbaik di kelas tim insinyur dengan pengalaman besar berjalan di profil tinggi mulai-ups. Sebelum Friendster, Chander adalah seorang Direktur Senior Teknik di Siebel Systems dan VP Teknik di Greenlight.com. Pengalaman kerja tambahan termasuk Direktur Perkembangan Produk di posisi Netscape dan merencanakan di Borland, Tandem dan Intel. Chander memegang MSCS dari SUNY Stony Brook, MSEE dari Rensselaer Polytechnic & BSEE dari Birla Institute of Technology & Science, Pilani.
David Jones, Vice President of Global Marketing
David L. Jones berhubungan dengan Friendster lebih dari 17 tahun dan berpengalaman di bidang pemasaran, perkembangan perusahaan, produk dan perusahaan strategi. Sebelum bergabung dengan Friendster, David menahan beberapa memasarkan dan tugas pimpinan umum di eBay Inc, termasuk tugas tentang memusatkan pikiran untuk mendaki jumlah anggota aktif eBay himpunan. David adalah juga direktur eBay ’s (salah satu perusahaan media iklan) dan pertunjukan di Amerika Serikat. Sebelum eBay, David adalah Wakil Presiden Perkembangan Perusahaan di Blue Wireless dan seorang mitra relasi di memberi nasihat pimpinan dan teknologi kukuh Arthur D. Little.
Friendster Profiles
* Kent Lindstrom, President
* Aaron Barnes, Vice President of Global Sales & Business Development
* Chander Sarna, Senior Vice President of Engineering, Operations and Product
* David Jones, Vice President of Global Marketing
Sejarah Facebook
Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard.
Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.
Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana.
Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.
Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.
Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.
Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.
Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.
Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.
Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana.
Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.
Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.
Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.
Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.
Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.
Facebook Vs Friendster
Social networking website, mungkin sebutan yang masih asing bagi Anda. Namun tentunya, sebagian besar dari pembaca PC Media sudah mengenal Friendster, juga pendatang (relatif) baru Facebook. Manakah yang lebih baik? —B. Setyo Ryanto
Keduanya masuk dalam kategori social networking website atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai jaringan sosial. Ini setidaknya dapat membuat Anda tetap mengetahui update berita dan kabar terbaru dari rekan Anda. Berbagi profi le dan foto bahkan video adalah kesamaan inti keduanya. Namun, perbedaaan fi tur dan kemampuan yang ditawarkannya memang terasa. Berikut adalah panduan singkat Facebook (www.facebook.com) dan Friendster (www.friendster.com), sekiranya belum mengenalnya. Situs social networking Facebook diluncurkan pada 4 Februari 2004. Awalnya Mark Zuckerburg membatasi akses penggunanya hanya untuk kalangan alumni Harvard. Dengan kepopulerannya yang berkembang begitu pesat, akhirnya Facebook terbuka aksesnya untuk umum pada 11 September 2006. Dengan catatan statisitik jumlah member hingga 50 juta pengguna pada Oktober 2007. Sedangkan, Friendster bisa dikatakan sebagai perintis social networking di Internet. Mulai dikembangkan pada tahun 2002 oleh Jonathan Abrams. Disebut sebagai Web of Friends, merupakan hasil gabungan dari Circle of Friends dikombinasi dengan Web of Contacts. Friendster mampu menggabungkan deskripsi data dari pengguna-penggunanya dan mengintegrasikannya dengan relationship data. Ia juga memberikan kalkulasi relationship dan menampilkankannya dengan menarik dan informatif.
Fitur:
Keduanya memiliki kustomisasi yang memuaskan. Friendster memberikan kemampuan kustomisasi profile, baik dengan gambar/foto, file audio, juga video. Fungsi personalized URL memungkinkan pengguna untuk kustomisasi page sesuai dengan keinginan penggunanya. Jika belum puas dengan fasilitas ini, Anda dapat menggunakan space web blog yang tersedia. Sedikit catatan, untuk layanan Friendster Blog ini tersedia beberapa jenis layanan. Friendster Blogs Free memang dapat digunakan cuma-cuma, namun akan dilengkapi “hiasan” tambahan berupa iklan-iklan. Sedangkan untuk terbebas dari iklan (ad-free), tambahan storage dan bandwidth, kustomisasi desain, dan seterusnya akan membutuhkan biaya tambahan per tahun atau per bulan. Facebook juga memiliki fungsi kustomisasi yang mirip. Untuk upload juga dimungkinkan untuk foto/gambar fi le audio juga video. Beberapa fi tur yang tidak tersedia pada pesaingnya adalah fitur untuk mendapatkan update berita terbaru dari teman di Facebook. Facebook juga memiliki beberapa fitur unik, seperti dukungan untuk mengedit layout halaman profi le dengan melakukan proses drag and drop. Fitur tambahan The Wall dan Poke adalah beberapa fi tur unik, setelah Anda mulai terbiasa dengan fungsi ini. Bahkan Facebook memungkinkan penggunanya untuk memberikan hadiah virtual pada rekan di Facebook, beberapa di antara pilihan gift membutuhkan biaya tambahan. Fungsi poke, yang bahkan oleh Facebook sendiri tidak didefi nisikan secara pasti dan tegas. Mungkin terjemahan bebas yang paling tepat untuk istilah di Indonesia adalah mencolek. Bukan sebuah fungsi khusus yang terlalu signifi kan, namun tetap unik. Untuk privacy control, Facebook memberikan fungsi yang lebih baik dari pesaingnya. Profile Facebook hanya akan dapat dilihat oleh pengguna Facebook yang ada di dalam satu network. Jadi penggunanya tidak lagi perlu khawatir profile Facebook-nya dilihat oleh sembarang orang. Kustomisasi level privacy setting yang lain pun juga masih tersedia. Pemenang: Facebook
Kemudahan Penggunaan:
Dimulai dari proses registrasi. Facebook memiliki proses sign-up yang terbilang sederhana. Cukup dengan mengisi form standar, tanpa perlu melakukan langkah tambahan, selain melanjutkan aktivasi konfirmasi user account via e-mail. Sedikit berbeda dengan Friendster yang mengharuskan penggunanya untuk mengisikan last name, upload sekurangnya satu gambar/foto, dan mengajak user lain (account e-mail yang lain) untuk tergabung di dalamnya. Pembatasan Facebook untuk hanya dapat melihat profi le lengkap pada network yang sama, sedikit menghambat untuk mencari, melihat profi le untuk mencoba konfirmasi, apakah user tersebut yang Anda kenal. Berbeda dengan Friendster yang memungkinkan untuk mencari user lain dengan beragam cara dan sangat mudah. Mulai dari nama sekolah, kampus, tempat kerja yang sama. Atau dari sekadar penggemar buku yang sama dan seterusnya. Namun sejauh pengalaman kami, untuk mencari dengan tepat dan cepat profile teman pada Friendster adalah dengan memasukan email yang digunakan oleh user Friendster. Atau Anda akan malahan terjebak dengan kegiatan melihat-lihat profile orang lain yang sebenarnya sama sekali tidak Anda kenal. Kecuali Anda benarbenar yakin mempunyai banyak teman yang juga sudah tergabung sebagai pengguna Facebook, penggunaannya akan sedikit merepotkan. Namun jika Anda dan teman-teman sepakat menggunakan social networking website ini, mengajak katakanlah kelompok alumni sekolah atau kampus Anda akan membuat pengalaman dengan Facebook menjadi menyenangkan. Pemenang: Friendster
Lain-lain:
Kecepatan akses tentunya akan sangat dipengaruhi banyak hal. Koneksi Internet dan konfi gurasi web browser setidaknya ikut menentukan. Potongan halaman iklan yang terdapat pada kedua situs social networking ini juga sedikit banyak mempengaruhi kecepatan loading. Sebagai layanan gratis, sebetulnya keberadaan iklan masih dapat ditoleransi. Keduanya bisa dikatakan sama banyaknya. Untuk Friendster, Anda dapat dengan mudah menghindari browser me-loading iklan-iklan tersebut dengan mudah. Cukup mengandalkan fitur ataupun add-in yang tersedia di web browser Anda. Demikian juga untuk kebanyakan iklan pada Facebook, meskipun tidak (atau setidaknya belum) sebanyak Friendster. Namun, beberapa di antaranya tidak dapat dihindari. Setidaknya dengan fitur browser dan add-in yang tersedia saat kami mengujinya. Penggunaan Marketplace pada Facebook juga masih gratis. Iklan-iklan juga setidaknya tidak mengganggu profi le page. Berbeda dengan Friendster yang mulai terasa didominasi dengan iklan sponsor hampir di setiap halaman. Pemenang: Facebook
Kesimpulan
Untuk privacy control, Facebook memiliki keunggulan dibandingkan dengan Friendster. Built-in privacy protection yang tersedia pada Facebook setidaknya memang lebih baik dibandingkan dengan beberapa social networking website pendahulunya. Facebook sebenarnya memiliki kemudahan penggunaan yang cukup baik. User interface tersusun dengan cukup baik. Namun hal ini tidak akan terasa, jika Anda belum memiliki network yang kuat di social networking website yang satu ini. Di sini adalah sisi buruk diterapkannya privacy control network yang demikian ketat pada Facebook. Sedangkan sebagai pemain lama, Friendster sudah dikenal dengan lebih baik. Pengguna di Indonesia pun juga kami rasa sudah cukup banyak. Dan tidak sedikit beberapa proxy di lingkungan kerja sudah memblock website social network yang satu ini. Kemudahan dan keragaman cara untuk mencari teman lama dan teman baru dengan interface-nya memang membuatnya mudah digunakan. Kemampuannya ini juga yang membuat tendensi penggunanya lebih sering untuk melihat-lihat profile orang yang tidak dikenalnya secara langsung. Untuk social networking website, tidak ada pemenang yang mutlak. Utamanya dikarenakan hal ini akan sangat tergantung pada jenis dan jumlah komunitas pengguna masing-masing layanan. Jika Anda memang sudah memiliki account di Friendster, tidak perlu serta merta melupakan user account dan password-nya. Friendster masih dapat diandalkan untuk tetap berhubungan dengan teman lama dan mencari teman baru. Namun jika Anda ingin lebih mengenal ataupun keep in touch dengan teman-teman lama Anda, ada baiknya Anda juga memiliki account Facebook. Fitur yang tersedia lebih mudah digunakan untuk mendapatkan update terbaru dari teman Anda.
Keduanya masuk dalam kategori social networking website atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai jaringan sosial. Ini setidaknya dapat membuat Anda tetap mengetahui update berita dan kabar terbaru dari rekan Anda. Berbagi profi le dan foto bahkan video adalah kesamaan inti keduanya. Namun, perbedaaan fi tur dan kemampuan yang ditawarkannya memang terasa. Berikut adalah panduan singkat Facebook (www.facebook.com) dan Friendster (www.friendster.com), sekiranya belum mengenalnya. Situs social networking Facebook diluncurkan pada 4 Februari 2004. Awalnya Mark Zuckerburg membatasi akses penggunanya hanya untuk kalangan alumni Harvard. Dengan kepopulerannya yang berkembang begitu pesat, akhirnya Facebook terbuka aksesnya untuk umum pada 11 September 2006. Dengan catatan statisitik jumlah member hingga 50 juta pengguna pada Oktober 2007. Sedangkan, Friendster bisa dikatakan sebagai perintis social networking di Internet. Mulai dikembangkan pada tahun 2002 oleh Jonathan Abrams. Disebut sebagai Web of Friends, merupakan hasil gabungan dari Circle of Friends dikombinasi dengan Web of Contacts. Friendster mampu menggabungkan deskripsi data dari pengguna-penggunanya dan mengintegrasikannya dengan relationship data. Ia juga memberikan kalkulasi relationship dan menampilkankannya dengan menarik dan informatif.
Fitur:
Keduanya memiliki kustomisasi yang memuaskan. Friendster memberikan kemampuan kustomisasi profile, baik dengan gambar/foto, file audio, juga video. Fungsi personalized URL memungkinkan pengguna untuk kustomisasi page sesuai dengan keinginan penggunanya. Jika belum puas dengan fasilitas ini, Anda dapat menggunakan space web blog yang tersedia. Sedikit catatan, untuk layanan Friendster Blog ini tersedia beberapa jenis layanan. Friendster Blogs Free memang dapat digunakan cuma-cuma, namun akan dilengkapi “hiasan” tambahan berupa iklan-iklan. Sedangkan untuk terbebas dari iklan (ad-free), tambahan storage dan bandwidth, kustomisasi desain, dan seterusnya akan membutuhkan biaya tambahan per tahun atau per bulan. Facebook juga memiliki fungsi kustomisasi yang mirip. Untuk upload juga dimungkinkan untuk foto/gambar fi le audio juga video. Beberapa fi tur yang tidak tersedia pada pesaingnya adalah fitur untuk mendapatkan update berita terbaru dari teman di Facebook. Facebook juga memiliki beberapa fitur unik, seperti dukungan untuk mengedit layout halaman profi le dengan melakukan proses drag and drop. Fitur tambahan The Wall dan Poke adalah beberapa fi tur unik, setelah Anda mulai terbiasa dengan fungsi ini. Bahkan Facebook memungkinkan penggunanya untuk memberikan hadiah virtual pada rekan di Facebook, beberapa di antara pilihan gift membutuhkan biaya tambahan. Fungsi poke, yang bahkan oleh Facebook sendiri tidak didefi nisikan secara pasti dan tegas. Mungkin terjemahan bebas yang paling tepat untuk istilah di Indonesia adalah mencolek. Bukan sebuah fungsi khusus yang terlalu signifi kan, namun tetap unik. Untuk privacy control, Facebook memberikan fungsi yang lebih baik dari pesaingnya. Profile Facebook hanya akan dapat dilihat oleh pengguna Facebook yang ada di dalam satu network. Jadi penggunanya tidak lagi perlu khawatir profile Facebook-nya dilihat oleh sembarang orang. Kustomisasi level privacy setting yang lain pun juga masih tersedia. Pemenang: Facebook
Kemudahan Penggunaan:
Dimulai dari proses registrasi. Facebook memiliki proses sign-up yang terbilang sederhana. Cukup dengan mengisi form standar, tanpa perlu melakukan langkah tambahan, selain melanjutkan aktivasi konfirmasi user account via e-mail. Sedikit berbeda dengan Friendster yang mengharuskan penggunanya untuk mengisikan last name, upload sekurangnya satu gambar/foto, dan mengajak user lain (account e-mail yang lain) untuk tergabung di dalamnya. Pembatasan Facebook untuk hanya dapat melihat profi le lengkap pada network yang sama, sedikit menghambat untuk mencari, melihat profi le untuk mencoba konfirmasi, apakah user tersebut yang Anda kenal. Berbeda dengan Friendster yang memungkinkan untuk mencari user lain dengan beragam cara dan sangat mudah. Mulai dari nama sekolah, kampus, tempat kerja yang sama. Atau dari sekadar penggemar buku yang sama dan seterusnya. Namun sejauh pengalaman kami, untuk mencari dengan tepat dan cepat profile teman pada Friendster adalah dengan memasukan email yang digunakan oleh user Friendster. Atau Anda akan malahan terjebak dengan kegiatan melihat-lihat profile orang lain yang sebenarnya sama sekali tidak Anda kenal. Kecuali Anda benarbenar yakin mempunyai banyak teman yang juga sudah tergabung sebagai pengguna Facebook, penggunaannya akan sedikit merepotkan. Namun jika Anda dan teman-teman sepakat menggunakan social networking website ini, mengajak katakanlah kelompok alumni sekolah atau kampus Anda akan membuat pengalaman dengan Facebook menjadi menyenangkan. Pemenang: Friendster
Lain-lain:
Kecepatan akses tentunya akan sangat dipengaruhi banyak hal. Koneksi Internet dan konfi gurasi web browser setidaknya ikut menentukan. Potongan halaman iklan yang terdapat pada kedua situs social networking ini juga sedikit banyak mempengaruhi kecepatan loading. Sebagai layanan gratis, sebetulnya keberadaan iklan masih dapat ditoleransi. Keduanya bisa dikatakan sama banyaknya. Untuk Friendster, Anda dapat dengan mudah menghindari browser me-loading iklan-iklan tersebut dengan mudah. Cukup mengandalkan fitur ataupun add-in yang tersedia di web browser Anda. Demikian juga untuk kebanyakan iklan pada Facebook, meskipun tidak (atau setidaknya belum) sebanyak Friendster. Namun, beberapa di antaranya tidak dapat dihindari. Setidaknya dengan fitur browser dan add-in yang tersedia saat kami mengujinya. Penggunaan Marketplace pada Facebook juga masih gratis. Iklan-iklan juga setidaknya tidak mengganggu profi le page. Berbeda dengan Friendster yang mulai terasa didominasi dengan iklan sponsor hampir di setiap halaman. Pemenang: Facebook
Kesimpulan
Untuk privacy control, Facebook memiliki keunggulan dibandingkan dengan Friendster. Built-in privacy protection yang tersedia pada Facebook setidaknya memang lebih baik dibandingkan dengan beberapa social networking website pendahulunya. Facebook sebenarnya memiliki kemudahan penggunaan yang cukup baik. User interface tersusun dengan cukup baik. Namun hal ini tidak akan terasa, jika Anda belum memiliki network yang kuat di social networking website yang satu ini. Di sini adalah sisi buruk diterapkannya privacy control network yang demikian ketat pada Facebook. Sedangkan sebagai pemain lama, Friendster sudah dikenal dengan lebih baik. Pengguna di Indonesia pun juga kami rasa sudah cukup banyak. Dan tidak sedikit beberapa proxy di lingkungan kerja sudah memblock website social network yang satu ini. Kemudahan dan keragaman cara untuk mencari teman lama dan teman baru dengan interface-nya memang membuatnya mudah digunakan. Kemampuannya ini juga yang membuat tendensi penggunanya lebih sering untuk melihat-lihat profile orang yang tidak dikenalnya secara langsung. Untuk social networking website, tidak ada pemenang yang mutlak. Utamanya dikarenakan hal ini akan sangat tergantung pada jenis dan jumlah komunitas pengguna masing-masing layanan. Jika Anda memang sudah memiliki account di Friendster, tidak perlu serta merta melupakan user account dan password-nya. Friendster masih dapat diandalkan untuk tetap berhubungan dengan teman lama dan mencari teman baru. Namun jika Anda ingin lebih mengenal ataupun keep in touch dengan teman-teman lama Anda, ada baiknya Anda juga memiliki account Facebook. Fitur yang tersedia lebih mudah digunakan untuk mendapatkan update terbaru dari teman Anda.
List free Web Hosting
Berikut daftar layanan free file hosting gratis yang bisa hotlink dan yang siap menampung file .js dan .css kamu.
http://www.sigmirror.com/
http://www.gigafiles.co.uk/
http://www.hotlinkfiles.com/
http://www.fileden.com/
http://www.boxstr.com/
http://ripway.com/
http://fileave.com
http://www.addsend.com/
http://www.quicksharing.com/
http://www.evilshare.com/
http://www.justfreespace.com/
Kalau menurut saya RipWay.com paling handal dr semua nya - website file hosting gratis yang juga mendukung hosting file .js dan .css untuk layout friendster. Agak sedikit penuh kecermatan dalam menggunakannya. namun servernya kurang kenceng jika diakses di Indonesia. Kelebihannya, layanan ripway sering di pakai oleh para Friendsterholic di seluruh dunia.
Sedangkan yang lainnya mempunyai prinsip kerja hampir sama, hanya saja masih sedikit informasi yang bisa saya peroleh. namun, apa salahnya di coba, ya kan?
http://www.sigmirror.com/
http://www.gigafiles.co.uk/
http://www.hotlinkfiles.com/
http://www.fileden.com/
http://www.boxstr.com/
http://ripway.com/
http://fileave.com
http://www.addsend.com/
http://www.quicksharing.com/
http://www.evilshare.com/
http://www.justfreespace.com/
Kalau menurut saya RipWay.com paling handal dr semua nya - website file hosting gratis yang juga mendukung hosting file .js dan .css untuk layout friendster. Agak sedikit penuh kecermatan dalam menggunakannya. namun servernya kurang kenceng jika diakses di Indonesia. Kelebihannya, layanan ripway sering di pakai oleh para Friendsterholic di seluruh dunia.
Sedangkan yang lainnya mempunyai prinsip kerja hampir sama, hanya saja masih sedikit informasi yang bisa saya peroleh. namun, apa salahnya di coba, ya kan?
Subscribe to:
Comments (Atom)
0 comments